Jakarta di Penghujung Hari Dekapanmu semakin merenggang diiringi waktu yang mulai berdentang Kau bilang aku adalah malaikat tetapi mengapa kau jatuhkan aku hingga sekarat? Kau bilang aku adalah rembulan tetapi mengapa kau biarkan aku tenggelam dalam kegelapan? Sayang, jangan ucapkan kata manis jika hanya berakhir dengan tangis Sayang, jangan ucapkan kata cinta jika tak pernah ada kita Jakarta di penghujung hari ketika hatimu memilih untuk mengakhiri
Kumpulan Puisi dan Prosa
Membuka setiap batas yang merekat di antara jiwa, realitas dan khayalan tak bisa lagi kubedakan.