Setelah Kau Beranjak
Setelah kau beranjak, bisa jadi aku akan kembali mengamini setiap laki-laki fiksi yang dirangkai diksi-diksi klasik atau mungkin aku justru sibuk menangisi idol korea yang kerap kali kau juluki "plastik".
Setelah kau beranjak, bisa jadi aku masih larut diantara buku-buku fantasi yang tak pernah kau pahami, demi menampik memori sendu yang berkelana menapaki sunyi.
Setelah kau beranjak, bisa jadi aku masih tidur menjelang pagi. Tapi alih-alih sibuk menjajaki rasa sepi, aku mungkin sibuk bergumul dengan pikiran yang seenaknya mengantarkan rindu yang bermukim, sebab atensiku masih terpaku pada seutas perih.
Setelah kau beranjak, bisa jadi aku tetaplah aku atau mungkin aku bukanlah aku. Tapi bagaimanapun itu, tak perlu kau hiraukan lagi.
-MM-
Komentar
Posting Komentar